Bermimpi dengan Curut

Ada kisah menarik dengan foto mobil di atas. Semua bermula ketika awal tahun 2000-an, tepatnya ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.

Kala itu, secara tidak sengaja saya menonton iklan undian salah satu merek pasta gigi yang berhadiah mobil Peugeot 206. Awalnya saya tidak begitu peduli dengan mobilnya. Apalagi pengucapan ‘peugeot‘ dalam bahasa perancis malah membuat keseleo lidah.

Namun semua berubah ketika negara api menyerang pertama kalinya saya menonton official commercial videonya. Seketika sayapun terpesona pada pandangan pertama. Terbesit dalam benak saya, suatu saat saya akan memiliki mobil ini. Meskipun waktu itu saya hanya bermimpi, khas mimpi anak-anak yang masih berseragam putih-merah.

Beberapa belas tahun kemudian, apa yang sebelumnya hanya menjadi mimpi, kini menjadi realiti. Dulu saya hanya bisa memandang kagum melalui iklan di televisi, kini sudah terparkir manis di garasi. Awalnya sempat terbesit untuk memilih mobil yang lebih masa kini, tapi apa daya Peugeot 206-lah yang masih lekat di hati.

Memang mobil ini dari segi usia tidaklah lagi muda, tapi dari segi performa, mobil ini masih prima. Fiturnya tidak kalah jauh dengan mobil LCGC sekelas Ayla ataupun Agya, bahkan dengan Brio Satya. Harganya pun kurang dari setengahnya. Sehingga saya bisa memilikinya tanpa riba.

.

Pesan dari cerita ini adalah, jangan pernah takut bermimpi, meskipun mimpi itu sangatlah sulit (seperti sulitnya pengucapan ‘peugeot‘ dalam bahasa perancis). Karena bisa jadi mimpi tersebut bisa diwujudkan meskipun harus menunggu lama.

Oya, mobil ini sering disebut curut oleh para pemilik mobil Peugeot. Entah alasannya apa, padahal mobil ini berlambang singa. Mungkin karena ukurannya yang paling mungil pada masanya (sebelum ada seri 106 dan 107).